Rabu, 04 November 2009

Untuk Sahabat




Aku masih saja gundah gulana.
Perpisahan itu masih mengiris-iris jiwa

Apa yang salah dengan hati mereka ?
Hilang pergi kemanakah kasih dan setia ?
Padahal rasanya kalian begitu manis

Dan kemarin kita masih saling berbagi cerita
memesan kopi sembari berbagi seloyang martabak roti
Pun kemarin dulu, kita masih saling tertawa
nikmati malam dan gemerlap lampu kota

Adakah sekarang tinggal cerita… ?!

Kupaham kadang cinta tak selamanya ada
tapi mestinya...
kasih itu sanggup menutupi semuanya
mestinya ia penguasa segala rasa
hingga kata maaf lebih mudah diucap
lantas pengampunan datang
tuk balut semua luka

Hidup memang tak selalu manis, tapi
bukankah kesulitan mestinya mengukuhkan cinta
mengubahkan hubungan dua manusia tuk semakin dewasa
bukan semata ; ada uang abang disayang
bukan pula ; habis manis sepah dibuang

Aahhh… tak ingat lagikah janji kalian
dihadapan Tuhan semesta alam
meski kami-kami ini saksinya..
yang di depan Dia kalian berjanji setia ;
"Sampai maut memisahkan kita…"
"Di dalam suka maupun duka…"

Ahhh betapa gombalnya janji !
Sungguh picisannya cinta !
atau sudah begitu miskinkah jiwa ?!

(Maaf, maafkan… ku tak sedang menghakimi)

Lagipula, ini bukanlah tentang kami
Tak usah pikirkan jiwa kami yang marah
Tak perlu pusingkan hati kami yang kecewa
Urusi saja komitmen kalian
dihadapan penghuni surga !

Bukankah dulu kalian yang saling berjanji,
lalu sekarang saling hendak mengingkari…?!

Pikirkan saja Dia,
yang berjanji setia pegang tangan kalian
Mungkinkah Dia akan memungkirinya?
Atau hanya kalian saja yang meronta-ronta
hendak berlari lepaskan diri…

Ahhhh... sahabat tercinta

Seandainya ada mantra yang paling manjur
Yang bisa mengobati semua luka,
menutup semua noda dan cela
Yang mampu menyambung hati dan rasa
Akan kami daraskan bagi kalian berdua

Sehari semalam,
bermalam-malam,
bermalam malam....

Tapi sahabat...
berubah itu, MUSTI DARI DALAM !!
Selidikilah hati kalian
Selamilah jiwa kalian

Mintalah pengampunan,
Mintalah kearifan,
Mintalah kerendahan hati,
Mintalah kedamaian,
Mintalah pemulihan,

Mintalah…

Mintalah apa yang telah hilang sekarang..
Mintalah apa yang sudah tak kalian punya lagi sekarang
Dia yang telah teguhkan kalian
pasti akan sanggup mengadakan

(dan masih tak putus-putus doa kami bagi kalian…..)


“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu ; carilah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Luk. 11: 9-10)


<

5 komentar:

Ernut mengatakan...

woloh, ada apa ini? (pingin tau..)

Sekar Lawu mengatakan...

jalan hidup....doakan yg terbaik saja Mbak...

Ge Siahaya mengatakan...

Tidak selalu apa yg dikehendakiNya terjadi dalam kehidupan org2 yg mengaku percaya kepadaNya.. Sedih ya.. Tapi, kehidupan memang merupakan pilihan-pilihan, dan ada pilihan yg tidak ideal, tapi mungkin tak bisa mereka hindari?

Linda Rooroh mengatakan...

@Ernut ; kisah sedih di hari minggu nut.... eh itu lagu ya ... iya nut kehilangan sepasang sahabat aja, hiks

@Sekar Lawu ; tengkyu yik, masih didoain juga kok

@G : semuanya kembali ke pilihan masing2 individu juga ya G... cuma masih belum hilang juga kecewanya..

Unknown mengatakan...

wah...
sedih jg ya Lin, tp kita gk bs menghakimi, harus mrk yg merasakannya berdua *sigh*

semoga diriku gak akan spt itu...yg penting apapun janji kita dihadapan Tuhan harus kita pertanggungjawabkan ya

site statistics