Jumat, 23 Oktober 2009

October 's Irony


Bulan ini ada kejutan tak menyenangkan yang kuterima, walau sudah menjadi 'kisah usang' namun tetap membuatku terbeban.

Beberapa waktu lalu, secara iseng aku mencek status teman2 ku dalam sebuah jejaring sosial dan menemukan seseorang yang tiba-tiba menghilang dari radarku. Bukanlah mengherankan jika dalam sebuah situs pertemanan nama kita bisa saja di hapus dari ‘daftar teman’ seseorang, namun kalau yang menghapus adalah ‘someone dearly’ , pastilah lalu mengundang tanya.

Setelah melakukan penyelidikan kecil, ternyata bukan dihapus dari daftar pertemanan, tapi sang sahabat benar-benar lenyap dari radar kami semua, tanpa pesan apapun. Buatku kenyataan itu mengagetkan dan terasa tidak menyenangkan, aneh rasanya jika orang yang kita kasihi bisa tiba-tiba menarik diri begitu saja.

Tak perlu waktu lama untuk menguak misteri itu. Ternyata selama beberapa bulan terakhir banyak hal yang sudah terjadi. Jika saja aku cukup jeli menghubungkan semua pertanda berupa keanehan2 yang terjadi, maka aku dengan mudah dapat menebak ; perpecahan rumah tangga nyalah yang membuat sang sahabat membangun tembok tinggi dari kami semua.

Baru kemarin aku hadir di sebuah upacara pernikahan di gereja. Dan sepanjang upacara pemberkatan itu, aku terkenang pada sahabat kami dan nasib rumah tangganya yang berada di ujung tanduk. Mengenang betapa aku mengasihi mereka berdua… lalu membayangkan kisah pahit yang sudah terjadi ; belum lagi perasaan ditempatkan sebagai orang luar …. aahh menyakitkan sekali… seandainya saja aku mampu melakukan sesuatu untuk ikut memperbaikinya…

Saat ini, menyaksikan pasangan pengantin baru yang begitu riang dengan pancaran cinta di mata mereka … lalu, pemandangan itu menjelma bagai sebuah ironi..

“Yes I do…” pada awalnya terdengar seperti lagu yang sangat merdu… namun sejalan berlalunya waktu, menepati janji dan menjalani bahtera rumah tangga tidaklah semudah berkata-kata…. Lagu merdu bisa menjelma menjadi genderang perang, yaa.. dan sahabat kami adalah contohnya…

Keangkuhan hidup memang mampu merubah karakter manusia…. entahlah akupun tak tau dimana ujung benang itu berada sekarang. Yang jelas untuk meluruskan benang kusut itu perlu usaha yang sangat keras, kesungguhan dan kerendahan hati yang luar biasa serta mujizat tangan Tuhan…

Kegundahan yang hanya bisa terbisik dalam doa-doa malam …

"Sentuh hati mereka ya Tuhan, lembutkan hati mereka.. berikan kekuatan agar mereka mampu merendahkan hati dan memperbaiki semua kesalahan yang terjadi. Tanamkan rasa takut akan Engkau dalam hati mereka Tuhan, supaya mereka mau sungguh-sungguh kembali menemukan cinta mereka yang mula-mula ….. "


Lalu, hanya pesan singkat dan sebaris nasihat yang sanggup kukirim :

“Just heard the news, very concerned about what happened. Hope you two will find the way out. Pray and God will make a way. God Bless You… 1 Cor. 7: 5 “


Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu dapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak (1 Kor. 7:5)


Tidak ada komentar:

site statistics