Selasa, 30 Juni 2009

Prasangka

Mengapa kita sering menduga-duga atau bahkan berprasangka ? Satu lagi misteri sel abu-abu yang merekam gambar dan begitu kreatif merangkainya dengan data minim plus imajinasi sendiri. Prasangka, mungkin itu jadinya..

Kata prasangka rasanya mengandung konotasi negatif, makanya orang sering menambahkan kata tambahan dibelakang kata prasangka sekiranya bermaksud menggunakannya untuk maksud positif ; semisal ber-prasangka baik atau prasangka tak bersalah...

Bisa jadi kita sering berprasangka karna hampir setiap hari fakta-fakta yang diberitakan dalam kehidupan kita adalah hal-hal yang jelek. Pernahkah mendengar jargon : “Bad news is good news”… mungkin itu salah satunya, karna hal buruk dan tidak menyenangkan selalu lebih menarik dijadikan bahan berita.

Cerita selibritis yang bercerai atau selingkuh lengkap dengan ulasan detil sebab musababnya pasti lebih menarik dan laku dijual ketimbang kisah bahagia pernikahannya. Berita orang dirampok lebih banyak ditulis ketimbang berita orang menang lotre. Berita pejabat korupsi pasti akan segera dimuat dihalaman depan surat kabar ibukota, sebaliknya nyaris gak pernah ditulis kisah pejabat jujur nan giat berkarya diliput di koran-koran…. (kecuali pas musim kampanye...!)

Alkisah suatu hari di Bandung, kawasan kafe paris van java, nongkrong dari sore hingga malam ; dari secangkir expresso hingga semangkok sop buntut yang juga berbuntut sepenggal prasangka, yang entah kenapa bisa hinggap begitu saja di kepala …

Setelah aku dan hubby ngobrol ngolor ngidul dengan kedua temanku, pasangan suami istri juga.. aku melayangkan pandangan pada sekelompok orang yang duduk bertetangga dengan meja kami di kafe itu.

Tiga pria dan seorang wanita muda yang cantik. Rasanya tak ada yang salah dan terlalu istimewa dengan mereka. (Kecuali temanku yang mengira wanita itu seorang artis, tapi ternyata bukan ; dan hubby yang menyoal jam tangan emas sang pria cepak yang sangat mencolok). Meski bertetangga tak mungkin mencuri dengar perbincangan mereka karna suasana kafe yang riuh rendah juga iringan musik yang memenuhi atmosfir sore hari itu.

Fakta yang ada cuma : dua pria paruh baya berdarah tionghoa, seorang wanita pribumi muda yang cantik dan seorang pria usia empatpuluhan berambut cepak dengan jam tangan emas dan cincin emas berbatu besar di jari.

Lalu prasangka itu bisa hinggap begitu saja, mungkin terpacu gestur si wanita muda yang flirting dan menatap malu2 pada si rambut cepak, sembari sekali-kali menepis tangan si rambut cepak yang ingin menjamah entah wajah atau rambut atau tangan si wanita muda… ahhh…

Dua pria paruh baya yang lain hanya saling melontarkan senyum dan tawa, seolah memberi kesempatan pada pasangan itu untuk lebih akrab lagi dan beberapa saat kemudian meninggalkan mereka berdua .saja...

Aku tak menyimak adegan lebih lanjut, karna kembali asyik mengobrol sambil menyeruput ice green tea yang kupesan…

Tapi tak lama kemudian … saat melongok lagi pada meja tetangga…. ahhhhh….kenapa malah terbayang kisah alm. ‘A’ dikepalaku…artis cantik yang konon dijadikan ‘umpan’ pada seorang pejabat polisi ….. dan kisah mantan caddy yang konon dijadikan ‘pemikat’ hati seorang pejabat tinggi oleh alm. suaminya untuk tujuan tertentu juga… sembari membayangkan wanita muda itu adalah umpan untuk memperlancar bisnis pada si pria cepak...

Yyaaayyy..... betapa liarnya sel abu-abu ini merangkai kisah… hanya dengan potongan gambar yang ada di depanku..... padahal apa yang kutau tentang mereka … NOL BESAR !

Sungguh memalukan membayangkan bisa-bisanya kepala ini memasang-masangkan rekaman kisah yang pernah kubaca dan kudengar dengan gambar yang tersaji dihadapanku. Aku sudah berprasangka !!! Cepat-cepat kualihkan perhatianku ke tempat lain, sampai akhirnya tak sadar bahwa meja sebelah sudah diisi tamu lain…

Fuihhhh…. Aku teringat ayat emas dalam kitab kehidupan :

“Jadi akhirnya.. semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8)



mmmmhhh... sudah waktunya mengurangi baca koran dan nonton acara gosip yang gak mutu… setujuuu…

4 komentar:

Ge Siahaya mengatakan...

Sepakaaaat, haha, main pet society aja yuuuk.. wahahaha... (^^p)

Arman mengatakan...

hehehe namanya juga orang ya, gak sempurna, jadi emang refleks sering berprasangka... ya sebisa mungkin harus lebih bisa mengontrol diri dan cepet sadar dari prasangkanya itu... :)

Sekar Lawu mengatakan...

berprasangak ( + / -) masih menjadi HAK kan Mbak ? wakakakak.....

- mengatakan...

Lanjutkan! Mari kita hilangkan segala prasangka di dalam dada :D

site statistics