Belakangan tv punya icon baru, Manohara dan sang mama. Mulai dari acara gosip berkemas infotainment, talkshow, bahkan sekelas berita lokal ! Tak ada satupun yang luput meliput wajah cantik Mano. Kisah Mano dan mama bagai magnet yang begitu kuat sehingga seluruh negeri merasa harus memberitakannya. Termasuk menggusur telenovela favoritku ‘Marichuy’ pada Senin pagi demi siaran langsung wawancara dengan Mano.
Wuihhh… fenomena apa ya ? Bahkan kampanye visi misi para capres 2009 jadi hilang gaung dan gregetnya ditelan hinggar bingar magnet Mano.
What is so special about Mano and her mom ?
Bukannya gak prihatin dan gak simpati dengan derita mano, tapi kalau pemberitaannya melulu kisah sedih nan tragis yang hanya keluar dari mulut mereka berdua.. yahh media gak perlu seheboh itu kalii. Walaupun konon ada pihak yang mengaku2 wakil atau kerabat istana, tapi tak ada satupun sumber terpercaya yang bisa diminta klarifikasi resmi versi istana.
Mungkin media kita memang suka latah meliput berita, bahkan terkadang bodoh terprovokasi dan menggiring opini. Sungguh bingung bila hubungan domestik rumah tangga bisa jadi urusan antar negara, mirip cerita hollywood “Troy” tentang kisah putri raja yang di bawa kabur pangeran negri seberang lalu akhirnya mengobarkan perang. Begitukah jadinya nanti negara kita dan tetangga ? Apalagi mengingat dosa negri tetangga yang senang bikin gara-gara tersebut.
Begitu hebat efek ‘provokasi’ yang dilancarkan mama, sehingga berhasil menggalang kekuatan massa berdemo di depan kedutaan negara lain. Kenapa walau begitu banyak berita tentang TKI yang dianiaya tak ada satupun laskar yang urun suara, berdemo di depan kedubes Malaysia atau Arab Saudi misalnya? Namun wajah jelita sang Mano, rasanya sayang jika tersiksa dibanding beribu wajah nelangsa para TKI ?!
Pun, mama yang bijaksana tentu tak akan merancang perjodohan putri belia 16 tahunnya dengan pria dewasa yang hanya 'sambil lalu' dikenal, meski bertitel pangeran dan bergelimang harta. Lalu setelah pernikahan terjadi dan berjalan tak seperti yang diharapkan, berteriak2 didepan media dan pejabat negara ‘menyulut provokasi’ dimana-mana…
Ahhhh tak pernahkan terlintas “don’t judge the book by it’s cover” bisa berlaku bagi apa saja, siapa saja….. apa yang ditabur itulah yang dituai….
Semoga drama ini segera usai dan jam tayang drama Marichuy tak usah digusur-gusur…
4 komentar:
ini kan permainannya si mama aja. biar si mano ngetop gitu... :D
yep Lin...drama queen bangeett...
iiih bosen dah ntnnya
memang lelakon hidup ini kadang didramatisir..
terlalu berani emang bikin sensasinya... bawa bawa dua negara... dan kemarin ikut berkoarkoar di depan kedutaan malaysia hahahaha
memang.. ada apa sih dengan mamanya ya pada awalnya...
hahahah yang penting marichuy ga digusur ya bu? hm... ga pernah tuh nonton marichuy padahal... jarang banget nonton tv! mending beli dvd series dulu baru deh nonton :D
Posting Komentar