Ruangan itu hanya sebentuk sajaSederhana tak berlekuk tak bersiku
Tanpa jendela tanpa berpintu
(mungkinkah dulu, berpintu berjendela
lalu hilang entah kemana )
Tapi sekarang hanyalah ada
sebuah ruang yang hanya sebentuk saja
Tak berlekuk tak bersiku
Tak berpintu tak berjendela
hanya gelap hanya kosong
Tapi lalu ada suara
KELUARKAN AKU !!
………..
Siapa kau ?! Apakah kau ?!
Dari mana asalmu bagaimana masukmu ?!
KELUARKAN AKU !!
Teriaknya lagi
Tak mungkin…
Tak mengertikah …
Kau hanyalah sebuah ruang
Yang di buat entah untuk apa
KELUARKAN AKU !!
Jeritnya marah
Ahhh
Kalaupun sesuatu,
Apakah kau di ruang itu ?
Bagaimana masukmu ?
Apa pula perlumu ?
Lalu suara itu menjerit lagi, memekik lagi…
KELUARKAN AKU !!
Jawab dulu, siapa kau ???
Yaa kau …..
yang menjerit dalam sebuah ruang
Tak berpintu dan jendela
INI AKUU !!
pekiknya…..
Aku Kesepian, Aku Kesunyian
Aku Kehampaan, Aku Kegelapan
Carikan pintu ! Buatkan jendela !
supaya aku bernafas lega
supaya aku tak lagi gelap
supaya aku tak lagi pengap
supaya aku tak lagi hampa
Ahhh tak mungkin!
Sungguh tak bisa !
Aku tau, yaa…. aku ingat kau sekarang !!
Tapi kau…kau yang lupa,
Kau sungguh lupa…
Kau hanyalah sebuah ruang
kosong hampa sunyi dan gelap
itu memang kau, karna itulah engkau
Kalau kau lari, kalau kau pergi
dengan apa akan kau sebut dirimu lagi
dengan apa kunamakan kau lagi
Lalu pekikan itu hilang,
jeritan itu hilang
Teriakan itu hilang … kembali sunyi
Rupanya ia menyerah
Menyerah pada dirinya
Kembali menjadi dirinya
Yang hanyalah sebuah ruang
Tak berlekuk tak bersiku
Tak berpintu tak berjendela
kosong hampa sunyi dan gelap
Mungkin dulu pernah berpintu dan berjendela
lalu hilang entah kemana...
Biarkan ia begitu, tetap begitu
Karna itulah namanya, begitulah adanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar