Beberapa minggu belakangan ini disibukkan dengan kumpul keluarga, baik kumpulan besar atau kumpulan kecil. April ini memang diwarnai agenda keluarga, minggu depanpun masih ada acara keluarga yang akan digelar.
Sebagai anak, istri, mama, sahabat (dan masih beberapa status) dari seseorang dan beberapa orang… ternyata banyak hal-hal yang bisa kurenungkan bahkan dari perkara sepele sekalipun. Berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang di sekitar kita ternyata adaah seni dan pembelajaran yang tak henti.
Betapa dulu selagi muda, sendiri dan hanyalah ‘ada aku yang seorang’ saja… hidup terasa begitu mudah… so simple… never been complicated. Tak ada hal yang perlu dipikir mendalam, tak perlu permenungan… tak usah repot mencerna, serius hanya pada ‘hal yang besar’… the rest, just go with the flow.. mengalir saja, begitu mudah…
Lalu ternyata ‘being mature’ .. memang perjalanan, pengalaman, pembelajaran seumur hidup… life never be the same…! Once you were alone and single but then time goes by ; suddenly you get commited to people arround you… connected to them in one bound, one big cirle. Everything you say and do, everything they say and do.. now matters… !
Sungguh kaya hidup, jika kita mengerti bahwa apa yang kita lakukan, perbuat dan katakan akan mempengaruhi orang lain… dan apa yang mereka lakukan, katakan dan rasakan juga menjadi bagian dari hati dan pikir kita….
Kalau saja kita bisa selalu berpikir, berkata dan bertingkah dengan benar.. pastilah hidup kita dan hidup mereka bisa jadi lebih indah…lalu ungkapan seperti “Kau berarti bagiku” atau “You are matters to me”… bisa memang punya arti, seperti apa yang memang diartikannya !
Benarkah ?
Karna seringkali kita tak hirau, kurang mencerna.. sehingga apa yang terlontar dalam kata dan perbuatan sejatinya tak mencerminkan bahwa ‘something really matters’, sesuatu itu memang berarti… apalah itu, entahkah besar atau kecil ; bisa jadi akan tetap membekas di hati. Sama seperti paku pada kayu, walau pakunya dilepas.. tapi bekas lubang paku itu tetap ada disana..
Tak sedang bicara spesifik tentang suatu peristiwa.. hanyalah mencerna rangkuman peristiwa, rekaman kejadian, pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat dalam hidup kita.. people that matters.. orang yang berarti dalam hidup kita, orang-orang terdekat ; sahabat, suami, orang tua, saudara… people who bound with us… sehingga kita jadi bisa merasa bahwa ‘we are someone’… kita menjadi seseorang sekaligus bagian dari orang lain.
Entah kemana arah pembicaraan ini.. sebelum menjadi lebih kabur.. aku sudahi saja… or you can say : It is just me…. being sensitive with things arround me
Sebagai anak, istri, mama, sahabat (dan masih beberapa status) dari seseorang dan beberapa orang… ternyata banyak hal-hal yang bisa kurenungkan bahkan dari perkara sepele sekalipun. Berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang di sekitar kita ternyata adaah seni dan pembelajaran yang tak henti.
Betapa dulu selagi muda, sendiri dan hanyalah ‘ada aku yang seorang’ saja… hidup terasa begitu mudah… so simple… never been complicated. Tak ada hal yang perlu dipikir mendalam, tak perlu permenungan… tak usah repot mencerna, serius hanya pada ‘hal yang besar’… the rest, just go with the flow.. mengalir saja, begitu mudah…
Lalu ternyata ‘being mature’ .. memang perjalanan, pengalaman, pembelajaran seumur hidup… life never be the same…! Once you were alone and single but then time goes by ; suddenly you get commited to people arround you… connected to them in one bound, one big cirle. Everything you say and do, everything they say and do.. now matters… !Sungguh kaya hidup, jika kita mengerti bahwa apa yang kita lakukan, perbuat dan katakan akan mempengaruhi orang lain… dan apa yang mereka lakukan, katakan dan rasakan juga menjadi bagian dari hati dan pikir kita….
Kalau saja kita bisa selalu berpikir, berkata dan bertingkah dengan benar.. pastilah hidup kita dan hidup mereka bisa jadi lebih indah…lalu ungkapan seperti “Kau berarti bagiku” atau “You are matters to me”… bisa memang punya arti, seperti apa yang memang diartikannya !
Benarkah ?
Karna seringkali kita tak hirau, kurang mencerna.. sehingga apa yang terlontar dalam kata dan perbuatan sejatinya tak mencerminkan bahwa ‘something really matters’, sesuatu itu memang berarti… apalah itu, entahkah besar atau kecil ; bisa jadi akan tetap membekas di hati. Sama seperti paku pada kayu, walau pakunya dilepas.. tapi bekas lubang paku itu tetap ada disana..
Tak sedang bicara spesifik tentang suatu peristiwa.. hanyalah mencerna rangkuman peristiwa, rekaman kejadian, pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat dalam hidup kita.. people that matters.. orang yang berarti dalam hidup kita, orang-orang terdekat ; sahabat, suami, orang tua, saudara… people who bound with us… sehingga kita jadi bisa merasa bahwa ‘we are someone’… kita menjadi seseorang sekaligus bagian dari orang lain.
Entah kemana arah pembicaraan ini.. sebelum menjadi lebih kabur.. aku sudahi saja… or you can say : It is just me…. being sensitive with things arround me
1 komentar:
sip. menjadi tua itu pasti. menjadi dewasa? belum tentu :D
salam,
sibaho way
Posting Komentar