serukan puncak manusiaMu
Sekali itu ! saat sengsara begitu ngeri
.....
Golgota ;
telanjang, pilu, perih
penuh luka, darah dan ludah
pun belum kesudahannya…
lalu gelombang itu, badai itu
menampar, menghantam, menghunjam
sesaki paru-paruMu
Aibku, aibmu..
WAHAIII… aib semua !!!
racuni ragaMu
jejali tenggorokanMu, penuhi jalan nafasMu
serasa meledak !
sesak, sesaak.. tercekat, tersedak
rasanya mati
lalu terbuang, terhilang
di tinggal sendiri
terpisah dari DIA yang dikasihi
terkoyak, tercerai
sendiri, sungguh sendiri,
sangat sendiri
DIA ... ; palingkan wajah
tergantung disitu.. di atas dua palang kayu.. dipaku
penuh malu, hina, kotor, jijik dan najis
dosa itu .. liat, lengket
pekat, hitam mengkilat
Kau tanggung semua
“…………”
tengadah, lalu tertunduk
sempurna sudah ...
tergapai kini tercapai….
puncak kemuliaan Kristus
Sudah Selesai !!!
*selang tiga hari jelang kemenangan yang gilang gemilang*
(Pernahkah mulutmu melontar keluh : *“Allahku mengapa Kau tinggalkan aku ?”….. ahhh.. cengengnya kau !!!... kau bukanlah Dia, dan sungguh deritamu tak sebanding denganNya! )prelude : Tulisan ini adalah sambung rasa atas jejak rindu G. Diusik tanya ; mengapa Tuhanku bertanya…. walau sungguh, Dia tak perlu dibela ! hanya bisu, aku tak rela …
Ahh padahal pun tak secuil aku mengerti sengsaraMu …
".... ampuni aku …"
4 komentar:
Thanks.. ada yang dijawab disini, sis. Sungguh2 thanks!
Bener2 sebuah pencerahan, mbak!
thanks..
Sambungan postingan G ya...
kita memang selalu mengeluh, padahal derita Nya lebih dari kita
nice posting bu,GBU
Manusia memang selalu bersungut2 ya Lin. Padahal dibanding pengorbananNya, yg kita alami gak ada apa2nya. Jadi malu.
Posting Komentar