Kamis, 19 Februari 2009

Sakit Jiwa !!!

Beberapa hari ini aku sempat menonton acara gosip di tv. Sesekali nonton acara gosip boleh donk .. buat seru2an …; ada berita perseteruan selebritis cantik jelita yang konon sedang berebut cinta pangeran cendana….

Entah apa yang dipikirkan para perempuan itu mempermalukan dirinya di tivi nasional, mungkin dipikir worthed kali ; mengingat lelaki yang diperebutkan kaya raya dan jelas2 punya deposito ratusan ribu euro di bank asing yang secara legal sekarang sudah bebas digunakan kembali oleh empunya … hebbatt…!

Emang susah ya, orang kan kadang suka selip lidah, salah berkata2 gituu.. lagi sadar aja sering salah bicara apalagi sedang gak sadar… tambah gawat deh… maklumlah namanya juga di tengah keramaian pesta, selip lidah jadi biasa…

Kok jadi nyinyir…. ? Tapi pastinya bukan itu yang mau dibahas tapi tontonan lain yang lebih sakit jiwa.. bikin yang nonton sakit mata dan kok juga jadi sakit hati dan lantas marah !!


Sebenarnya marah bukan hanya pada obyek yang diberitakan, karna toh lelaki sakit jiwa itu sudah di dakwa bersalah atas pembunuhan yang di lakukannya. Marahnya lebih kepada peliput berita yang menjadikan si obyek berita bak selebritis yang bisa diekspos dan dilambungkan popularitasnya untuk memuaskan hasrat gila sebuah sensasi berita !!

OMG …!!! Sungguh menggelikan sekali, melihat mereka berbondong2 mengerubungi si pesakitan seolah sedang bicara dengan sobat karibnya, membahas hal2 konyol untuk bahan lelucon dan tertawaan bersama….

Ada apa sih dengan para pencari sensasi ini ?!!

Sesaat setelah menonton dan mencerna, ternyata yaa.... sungguh aku marah dan muak melihatnya…

Mereka sadar gak sih kalau orang yang mereka datangi itu adalah seorang maniak sakit jiwa yang sudah membunuh 11 manusia dengan sadis, dan menanam mayat korban di halaman belakang rumahnya seolah menanam bangkai binatang piaraan ?!

Bahkan seolah mereka sedang meng-elu2kannya dengan takjub karena biografi yang diterbitkan si jagal menyingkap kisah cinta sesama jenisnya dengan selebritis ibu kota ! Selama di liput bahkan si jagal dengan pandangan bangga menceritakan kisah nostalgianya dengan mantan2 pacarnya, lalu ditanggapi dengan antusias dan hangat oleh pencari sensasi berita murahan itu.

Entah bagaimana mereka bisa menerima dan memperlakukan sang jagal bak sahabat lama atau lebih buruk lagi sebagai ‘selebritis’ ; menggangap sepi pembunuhan yang dilakukannya, mungkin karena para korban bukan anggota keluarga mereka, bukan adik, kakak, saudara atau seseorang yang mereka kenal…

Lalu sang jagal itu jadi bebas tersenyum, tertawa.. bernostalgia dan sesekali bercanda dengan si pencari berita…. Sungguh tontonan sakit jiwa…!!

Apa sih sebenarnya yang mau disuguhkan kepada penonton ?! Sebegitu rendah tanggung jawab moral pencari berita sehingga rela mengumbar sensasi dan mengabaikan efek kepatutan dan etika ..

Lalu eolah memunculkan anggapan sebegitu charmingnya si jagal hingga bisa memikat artis ngetop nan ganteng sebagai pacarnya ?! …. biar lalu orang bisa komentar gak mutu :

“Tuhh kan ternyata dia emang gay…. kok mau ya pacaran sama si jagal, bisa2nya yaa mau sama dia…”

Itukah penyingkapan kebenaran dan kepuasan sensasi berita yang dikejar ?!!

Bagiku, gak perduli siapa yang dipacarinya….. semua melulu kejijikan !

Si jagal berwajah melankolis tetap pembunuh berdarah dingin yang sadis yang bahkan kelihatan tidak menyesali kejahatan yang dibuatnya. Lebih lagi sekarang karna ulah pencari berita, belakangan dia sangat menikmati pamornya sebagai selebritis yang sedang naik daun…

Semuanya memang sudah sakit jiwa… !!!.

6 komentar:

Ge Siahaya mengatakan...

Setuju banget! Menurut saya media gosip memang sudah keterlaluan, ga tahu lagi mana yang harus dieluk2an dan mana yang semestinya dikecam, penempatan sebuah berita bisa jadi kabur apa makna yg harus dipetik, semua serba campur baur ga karu2an, kadang saya merasa seperti makan sampah sebetulnya kalau menonton TV itu, makanya jadi jarang nonton TV karena hati jadi sangat2 tidak sejahtera..

Boodeznee mengatakan...

Kalau menurut saya, media infotainment memang cenderung melebih2kan berita. Tapi soal yg mana yang harus dieluk2an dan mana yang semestinya dikecam menurut saya bukan haknya siapa2.

Bukankah penyajian berita semestinya proporsional. Apa adanya. Faktual.

Ernut mengatakan...

mending ora nonton!

Unknown mengatakan...

That's why ndak perlu ditonton toh yg spt itu?

Aku sih gk akan ntn crita2 gak penting yg buat kepala puyeng, disaring aja!!

kRucIaL mengatakan...

hahahaha...
sabar mbak, ini kyk nya emosi banget...
si jagal kan juga manusia yang pingin juga kisah cintanya dielu-elukan kek romeo dan juliet...

Linda Rooroh mengatakan...

@G : tul, G selain itu jarang nonton tv mungkin malah bisa bikin panjang umur kali yaa :P

@ Desny : pengennya sih si pencari berita lebih mengungkap sisi lain si pembunuh ; apakah penyesalannya entah perenungannya instead of berita sensasi pacar2nya. Sehingga kita yg nonton jadi malah lebih legowo mengampuni dan mendoakannya..

@ Ernut & Linda Belle : sippp... mending ngeblog ajah

@ Krucial : jadi maluu... lagi PMS juga sih nulisnya makanya esmosi... halahhh..

site statistics