Senin, 09 Februari 2009

Miracles (Part 3)

Naik Bis Kota

Jaman kuliah dulu aku pulang pergi kampus naik bis kota.
Kampusku di daerah Pulo Mas dan aku tinggal di rumah tanteku di kompleks HI - Kelapa Gading, jadi jarak antara rumah dan kampus tak sampai 30 menit.

Karna tak biasa bangun pagi, aku selalu mengambil jadwal kelas yang siang ataupun sore hari.

Suatu hari selesai jam kelas malam sekitar pukul sembilan, aku pulang dan berniat menyetop bis kota. Biasanya kalau sudah malam bis yang melewati kampus selalu ngebut karna sudah sepi penumpang.

Aku selalu selektif memilih bus yang aku naiki ; jangan yang terlalu penuh atau jangan naik bis yang kosong. Tapi malam itu tidak banyak pilihan selain bis kosong yang melintas, kebanyakan pun ngebut karena halte kampus sepi di malam hari. Yang ikutan kelas malam kebanyakan para karyawan yang punya kendaraan pribadi.

Jadilah malam itu aku menunggu di halte kampus dan berniat menyetop bus mana saja yang bersedia berhenti. Perasaanku tak nyaman karna menentang prinsip selektif naik bus. Apadaya hari sudah malam dan aku tak mau lama sendirian nongkrong di halte, nanti malah dipikir sedang ‘jualan’. Maklum ASMI isinya kebanyakan perempuan.

Setelah berhasil naik bus dan duduk di depan…. ternyata aku satu2nya penumpang perempuan ! Selain sopir, kondektur dan dua penumpang lelaki di belakang tidak ada orang lain !

Rasa kuatir segera menyergap... firasatku sangat benar untuk tak naik bis kosong. Apalagi sopir bus berjalan ngebut seperti tak perlu lagi penumpang…

lalu…beberapa menit berselang, salah satu penumpang laki2 yang tadi duduk dibelakang berdiri dan mulai berjalan kearahku…..

Aku semakin panik,

aroma kepanikanku terbaca si kondektur yang cuma ‘menyeringai’ padaku pura-pura tak tau…

Lalu tiba-tiba laju bus terhenti…

Bayangkan! Bus yang sedang melaju kencang… tapi bisa2nya si sopir tiba-tiba ngerem berhenti untuk menaikkan penumpang lain….

Ahhh, penolongku !!!

Begitu melihatnya, aku tahu pasti siapa yang mengirimnya.. lantas bersyukur tak henti2nya…

Seorang lelaki lengkap dengan seragam militernya naik lalu menatapku,

seakan bisa membaca situasi dia langsung duduk disebelahku… Sementara penumpang lain yang tadinya berjalan menghampiriku urung mendekat dan langsung berlagak duduk di kursi lain…..

Sungguh malam yang mendebarkan !!!

Tak lama kemudian akupun turun, sembari memberi senyum pada sang penolong…..


Lagi, di Bis

Di hari yang lain lagi, aku naik bus..

Pulang malam juga.. kali ini pulang jalan-jalan dari Pasar Baru. Karna capek aku ketiduran di bus dan terbangun karna kaget, lalu ikut2an turun saat beberapa penumpang turun.

Semua gara-gara ngantuk…

padahal tujuanku masih jauh ; aku malah turun di perempatan coca cola cempaka putih yang terkenal sebagai daerah rawan kejahatan !! Tempat favorit para kapak merah beraksi, apalagi perempatan arah priok dan cempaka putih itu gelap tak berlampu seperti sekarang…

Terbengong2 aku di perempatan jalan sembari menahan kantuk, menduga2 arah dan bus apa lagi yang harus kunaiki…

Sekelilingku rasanya tak ada orang lain yang menunggu bus, rupanya penumpang yang turun denganku sudah hilang entah kemana … cuma ada mobil yang berseliweran dan terhenti terhadang lampu merah.

Lalu tiba-tiba ada seorang pria bermotor yang berhenti di depanku

.......“Selamat malam mbak, mau kemana ?”

Aku ragu-ragu mau menjawab,

kelihatannya orangnya baik dan sopan..

menahan diri aku berusaha menghindar sembari berjalan.

“Mbak, bisa saya bantu ? Mau ke arah mana ?”

Aku berhenti, masih menimbang-nimbang…

“Kelapa Gading” sahutku pendek.

“Kebetulan saya dinas di polsek Pulo Gadung.. saya antar ya mbak, sudah malam gak aman sendirian di sini….”

Haaahhh polisi rupanya… searah pula…! Gak mikir lama akupun setuju naik di boncengan motor polisi tak berseragam itu dan tiba dengan selamat sampai depan rumah…... !

Senangnya bertemu anggota kepolisian yang baik budi dan tidak sombong seperti bapak itu…

Terima kasih ya pak….

Sudah pasti ada yang menggerakkan hati bapak itu untuk menghampiriku …!

7 komentar:

Arman mengatakan...

wah yang terakhir itu kudu lebih ati2 lho lin... siapa tau orangnya ngaku2 doang polisi, ya gak??

Felicity mengatakan...

Duh mbak, saya mbacanya sampe deg2xan. Untung mbak masih dijaga oleh Yang Di Atas... Saya percaya kok ada malaikat yang selalu menjaga kita, dan sang malaikat bisa berwujud orang2x yang kita jumpai di jalan.

Sekar Lawu mengatakan...

lagu yang paling tepat untuk backsound postingan ini adalah :
" Kirim akuuu...malaikatMu..."

Ernut mengatakan...

wah untung mbak lin gak langsung jatuh cintrong pada pangeran penolong itu...bisa panjang critane iki..

kRucIaL mengatakan...

wedew, kok serem2 gitu... Tuhan emang bener2 baik y sama kita, tapi kadang kita suka lupaiin itu...

Unknown mengatakan...

waduuh...untung aku gk pernah ktemu yg ginian, serem jg. Bdg gak terlalu serem sih, aku malah dulu kadang klo dari kantor pulang ke tmp kos suka ketiduran di angkot, baik2 aja...gk ada yg usil hehe..

Ge Siahaya mengatakan...

Ya ampuuun sampe merinding saya bacanya..

Beneran mmg harus lebih mmperhatikan bhw semua itu tangan TUHAN.

Yg bisa saya katakan adalah, kamu org yg sangat peka sehingga dapat merekam seluruh peristiwa ini.

Saya harus merenungkannya dalam2.

Thanks. GBU.

site statistics