Jumat, 13 Februari 2009

Miracles (4)

Usus Buntu

Jaman kuliah selain tinggal di Kelapa Gading, aku sempat tinggal di Pulomas di rumah saudaraku.

Pokoknya selama kuliah tiga kali aku pindah, dari saudara ke saudara. Kenapa gak kos aja ? Gak sampai kos, karena kebetulan banyak kerabat yang rumahnya dalam radius terjangkau dari kampus dan semua menawarkan tumpangan….

Selain itu kan kesian papaku mengongkosi tiga rumah tangga yang terpisah ; mama dan saudara2ku di pontianak, papaku di jakarta, dan aku (jadi kos cuma bikin extra cost... )

Di tahun terakhir kuliahku aku cuman perlu jalan kaki sekitar 15 – 20 menit dari rumah ke kampus … itung2 sekalian olah raga, karena selain daerah perumahannya cukup tenang juga rimbun dan adem…

Saudara ku yang rumahnya aku tumpangi ini adalah keluarga dari pihak mama, dua yang sebelumnya adalah keluarga papa. Keluarga mamaku yang ini, aku sendiri gak terlalu ngerti pertalian darahnya kalau gak salahnya sih mamaku dan tanteku ini cucu bersaudara … lebih jauhnya aku gak ngerti, ribet…

Aku sendiri baru mengenal mereka di Jakarta, dan kebetulan dari empat anak tanteku itu cuman ada satu yang perempuan, seumuranku dan sedang kuliah juga. Jadilah aku ditawari tanteku itu tinggal di rumahnya, sekaligus menemani anak perempuanya itu, sepupuku.

Mereka sendiri punya usaha perkayuan di Kalimantan sana.. jadi si oom dan tante sering pulang pergi, dan anak2nya sering di tinggal-tinggal.

Suatu hari pulang kuliah seperti biasa aku jalan dari kampus menuju rumah… belum sampai di depan rumah tiba-tiba perutku sakit melilit dan nyeri luar biasa… aku sudah tak bisa jalan lagi lalu meringkuk dan jongkok di pinggir jalan.

Untungnya jalan kompleks selalu ramai kalau sore hari, oleh beberapa tetangga aku di antar sampai rumah. Di rumah, sakitnya tak berkurang malah menjadi-jadi, aku cuman bisa tidur meringkuk di ranjang. Lalu sore itu juga aku di sarankan saudaraku ke dokter yang tempatnya cuman berjarak beberapa rumah dari kami.

Diagnosa dokter begitu jelas : usus buntu, harus operasi secepatnya, kuatir pecah… aku pulang berbekal surat rujukan dan resep penahan sakit yang tak kutebus.

Karena tinggal di rumah saudara, aku tak mau merepotkan… pulang ke rumah aku masuk kamar dan berusaha tidur… malamnya aku demam tinggi nyaris tak sadarkan diri….
Karena kuatir dan takut, saudaraku segera mengabari dan menjemput papaku yang tinggal di mess kantornya….

Malam-malam kuingat papaku masuk ke kamar…. meraba keningku dengan rasa kuatir yang sangat.

Aku tunjukkan surat rujukan dokter ....”Dokter bilang musti operasi …”

Papaku terdiam, ".....Kita doa yaa..."

Aku bisa membaca kekuatirannya, membayangkan anaknya di meja operasi tanpa dukungan istrinya … selain itu, berapa biaya operasi yang harus dikeluarkan…?! Aku tak yakin saat itu papa punya tabungan, pastilah gajinya di setor tiap bulan ke mama…

Tapi papaku berusaha tenang, dia mengambil resep dokter...

“Tunggu ya sayang… papa ambil obat buatmu…”

Setelah kembali dengan obat yang ada, dia mengajakku berdoa lagi… di tengah nyeri yang luar biasa itu kudengar papaku minta mujizat Tuhan supaya aku tak perlu operasi dan bisa segera pulih dan sembuh dari segala nyeri perut itu…..

Lalu, ….. doa kami dijawab !

Nyeri perutku nyaris tak pernah kambuh, sampai akhirnya enam belas tahun kemudian setelah menikah baru usus buntuku di operasi dan dibuang tiga centi ; tak ada komplikasi dan perlengketan sama sekali. Masuk kelas VIP dan biayanya pun di tanggung penuh oleh asuransi…

Tuhan itu, luar biasa baiknya !!

8 komentar:

Arman mengatakan...

thanks for sharing ya...
bagus2 nih sharingnya... jadi semakin merasa kebesaran Tuhan ya...

Ge Siahaya mengatakan...

Amin! TUHAN memang sungguh luarbiasa.

Sekar Lawu mengatakan...

Mbak Diana iki memang bejo tenan...

Sekar Lawu mengatakan...

Sori Mbak, maksudku Mbak Linda iki memang bejo tenan...qiqiqi...salah nama lagee...., memang aku perlu mengkonsumsi glingkobiloba biar gak pelupa lagi...qiqiqi

diNa mengatakan...

Memang kadang kita ga bisa menduga kebesaran Tuhan yang akan diberikan ke kita. Coba dipikir2 lagi.. rasanya banyak hal yg ga mungkin terjadi klo bukan karena kekuasaan Tuhan. Tuhan emang Maha Besar.. :) salam kenal yah..

Boodeznee mengatakan...

Buat Tuhan nggak ada yang mustahil ya, Lin.

laurencia mengatakan...

mukjijat itu nyata ya ...
jadi inget mujijat Nya juga buat tumor kelenjar getih beningku :)

salam kenal ya..
GBY

Ernut mengatakan...

miracle-mu akeh tenan mbak...doa tulus seorang papa, oh!

site statistics