Pernah punya pengalaman yang menyerempet bahaya tapi terluput ? Aku punya beberapa yang berkesan dalam hidupku yang hingga sekarang masih tetap kuingat. Kutulis berseri karena ada beberapa kisah yang memang sangat kental nuansa miracle'nya...Suatu waktu nanti, mungkin kedua anakku bisa ikut membaca dan ikut bersyukur karna sang mama masih ada bersama mereka...
Naik Sepeda
Masa kecilku sampai umur kira2 umur delapan tahun kulalui di kota kecil Singkawang, Kalbar.
Masa kecilku sampai umur kira2 umur delapan tahun kulalui di kota kecil Singkawang, Kalbar.
Daerah rumah tempat tinggalku sangat nyaman karena terletak di bawah kaki bukit. Tempatnya sejuk dan tenang tapi karena berada di pintu masuk kota, jadi semua kendaraan yang datang dari arah Pontianak dan sekitarnya selalu melalui jalan raya di seberang jalan rumahku. Walaupun hanya sesekali, tapi kendaraan antar kota yang melintas selalu melaju kencang.
Suatu hari saat aku bersepeda di jalan sekitar rumah, sebuah truk dari arah jalan raya tiba-tiba berbelok masuk ke jalan tempatku bermain. Rasa panik dan takut segera menyergap...
tapi bukannya berhenti aku malah tetap mengayuh sepeda, sementara si sopir juga tidak mengurangi kecepatannya…
Ahhh…rasanya maut begitu dekat saat itu…. di saat-saat kritis aku berdoa :
“Tuhan tolong !”
Entah bagaimana kejadian yang sebenarnya…… tapi serasa ada angin keras menampar wajahku dan sepedaku bergoyang diterpa angin itu…
Truk itu berlalu dan aku masih tetap diatas sepedaku…!
Sangat mungkin angin yang menghempasku; karena truk itu melaju kencang melewatiku... tapi yang jelas aku selamat tak kurang satu apapun !
Posisi sepedaku pun masih di pinggir aspal, padahal jalanan hanya selebar satu badan mobil dan di sisi kiri kanan jalan ada parit yang cukup dalam !
Kandang Ayam
Masih di kota yang sama ; rumah kami punya halaman yang cukup luas sehingga bapakku bebas berkreasi. Ada kandang ayam, kolam ikan dengan sebuah pulau kecil ditengahnya, sebuah bukit mini di depan rumah, kebun tebu… malah pernah ada sepetak sawah di halaman belakang rumah !
Main2 ke kandang ayam, kulihat telur disitu lalu kuambil dan kusodorkan pada induknya….
Main2 ke kandang ayam, kulihat telur disitu lalu kuambil dan kusodorkan pada induknya….
Polosnya pikiranku berharap si ayam segera menetasi telurnya, tapi yang terjadi malah tanganku di patuknya lalu telornya jatuh pecah di tanah….
Kaget, sakit dan ketakutan…. Lalu aku berlari kencang-kencang segera melarikan diri, entah dari apa… mungkin takut ketauan mecahin telor, yang jelas aku kabur cukup jauh sampai ke sebuah halte di dekat tempat tera kendaraan. Halte jembatan timbang begitu kata orang, letaknya pas di pinggir jalan raya, mungkin sekitar 2-3 kilo dari rumahku…
Anak perempuan umur delapan tahun di pinggir jalan raya lintas kota, sendirian dan bengong di halte, mana saat itu hujan mulai turun… rasanya siapa saja bisa memungutku kala itu !
Kaget, sakit dan ketakutan…. Lalu aku berlari kencang-kencang segera melarikan diri, entah dari apa… mungkin takut ketauan mecahin telor, yang jelas aku kabur cukup jauh sampai ke sebuah halte di dekat tempat tera kendaraan. Halte jembatan timbang begitu kata orang, letaknya pas di pinggir jalan raya, mungkin sekitar 2-3 kilo dari rumahku…
Anak perempuan umur delapan tahun di pinggir jalan raya lintas kota, sendirian dan bengong di halte, mana saat itu hujan mulai turun… rasanya siapa saja bisa memungutku kala itu !
Tapi ajaib, yang lewat malah kakak lelakiku dan temannya yang masih SMP saat itu. Diapun tidak langsung melihatku, tapi sempat melewatiku sampai kemudian entah bagaimana tersadar bahwa dia baru saja melewati adiknya yang nongkrong sendirian di pinggir jalan !
Alhasil aku dibonceng vespa oleh kakakku ; bukannya diantar pulang… tapi dia tetap meneruskan petualangannya ke Pasir Panjang ; sebuah lokasi wisata pinggir pantai berjarak 20 km dari rumah ; lalu kami hujan2an berenang di pinggir pantai sampai sore ….
Bila kuingat2, hebat yaa…Tuhan bisa bekerja dengan bermacam cara, termasuk memakai kenakalan kakakku ….. seandainya dia tidak jahil mencuri vespa ibu saat itu, entah bagaimana akhir cerita…
7 komentar:
Iya Tuhan mmg luarbiasa ya.. Dan mbak Linda ini juga luarbiasa ternyata hahahaa.... seruuu petualangannya waktu masih kecil. Saya nunggu ah, nunggu episode selanjutnya, pasti lebih seru.
iya betul... Tuhan emang melindungi umat Nya ya...
wah mbak, itu nyowo balen namanya hehe
@G : tul G... Tuhan emang baik buat kita semua...
btw, masuk ke blog mu musti lewatin sensor dulu ya bu... duhh aku kok tidak terdaftar ? padahal kan aku sayang kamu G, hikkss.. :(
@ Arman : Setuju man, pastinya dikau juga pernah mengalaminya kan
@ Ernut : balen tuh apa ya nut? kalo nyowonya aku tau..*oot mode on* yang hebat sih pastinya si empunya nyowo..
satu bukti bahwa Tuhan menunjukkan cintaNya dengan segala cara...
Kalau Tuhan tak sayang padamu, pasti hari ini aku tak bisa baca postingan ini...qiqiqi...
Tuhan, sayangi saya juga dong...
Tuhan: "apa masih kurang, Yik ?"
Ayik : " O iya ya...ampuni saya,Tuhan...
Cerita yang luar biasa. Tuhan itu sayang banget sama dirimu ya, Lin. Dari kecil saja sudah diijinkan untuk merasakan langsung kebesaranNya.
Ditunggu kelanjutan ceritanya, bu.
kalo kita mau lebih sensitif lagi, membolak balik hidup sejak kecil hingga kini, pastinya banyak banget miracle2 yg terjadi di sekeliling kita. pd saat keajaiban itu terjadi kadang nggak ngeh, cuma beberapa saat kemudian jika diingat2 kembali baru keliatan bigger picture-nya, ternyata tangan Tuhan nyata2 campur tangan di situ
nice post, lin:)
Posting Komentar