Di rumah kami, ada tivi berlangganan dan karna cuma punya satu dekoder jadilah sering rebutan channel. Biasanya anak-anak punya acara favorit sendiri, Shal misalnya selalu nonton Playhouse Disney, sedang Jay lebih sering nonton Ast** Ceria. Kalau suamiku acara favoritnya adalah talk show yang dibawakan si pelawak katro Tukul dan kalau sedang musim kompetisi sepak bola, kitapun harus rela 'mengalah' karna konon hanya tiga bulan sekali….
TV favorit yang diperebutkan adalah yang di kamar tidur, karna selain berlayar datar dengan kwalitas gambar sempurna, ruangan kamar juga adem ber-ac dan terutama karna bisa sambil bermalas-malas di tempat tidur.
Aneh juga yah kalau mengingat ketergantungan kita sama tv. Betapa acara di tivi selalu bisa mengisi hari-hari kita. Sepenat apapun, kita masih meluangkan waktu menyalakan tivi, walau beberapa menit kemudian tertidur saking ngantuk dan kelelahan.
Kuingat jaman dulu, waktu tivi masih hitam putih dan dijual berikut lemari kayunya yang bisa dibuka tutup ; acara tivi juga masih dimonopoli oleh TVRI sebagai satu-satunya tivi nasional. Buat orang berduit, layar tivi mereka pastilah 'lebih berwarna' karna mampu membeli parabola dan menikmati siaran manca-negara.
Acara tivi nasional yang ngetop dan sering di tonton tempo doeloe, adalah 'Aneka Ria Safari' sebuah acara hiburan musik dan lagu yang dibawakan oleh Eddy Sud (almarhum), juga 'Dunia Dalam Berita' ; acara wajib orang tuaku tiap jam 9 malam, dan setelahnya ada 'tayangan tengah malam', yang biasanya film cerita barat.
Waktu aku kecil masih kelas 3 SD ; kami pernah tinggal di Singkawang, dan kuingat kami punya antena tivi yang panjang sekali dipasang di atap rumah, sengaja dibikin setinggi mungkin supaya bisa menangkap siaran tivi negara tetangga. Jadilah kami bisa punya siaran tivi selain TVRI, walau berbahasa Melayu yang terdengar aneh di kuping. Saat itu aku bahkan hapal lagu kebangsaan
Sekarang pilihan acara tv sudah begitu beragam, belum lagi ditambah dengan tv kabel atau tv berlangganan, begitu banyak yang disuguhkan untuk memanjakan mata, sampai kita bingung mau nonton siaran yang mana…
Namun dari begitu banyak suguhan acara, sudah selektifkah kita memilih tontonan? Terlebih jika punya balita/ anak kecil di rumah. Menurut para ahli, waktu menonton balita dan anak-anak adalah maksimal empat jam sehari… karna selain berpengaruh untuk kesehatan mata juga berdampak terhadap pertumbuhan jiwa dan sosialnya ; bagaimana… ? Sementara kita merasa lebih 'nyaman' jika anak-anak berlama-lama duduk tertib di depan tivi supaya keadaan rumah tetap aman dan terkendali…?!!
Lalu tontonan dewasa ?! Beberapa waktu lalu sangat populer acara liputan horor.... yang mengajak penonton bergidik menyaksikan keangkeran suatu tempat dan penampilan live setan hantu-hantu penghuninya !! Atau acara kriminal yang secara detil menceritakan dan mempertontonkan korban penganiayaan pembunuhan dan sejenisnya !! Atau malah sinetron ala opera sabun yang sangat berbusa-busa sampai kita gak pernah tau kapan ceritanya bakal berakhir…
Bagaimana dengan tontonan anda ?
5 komentar:
(ernut)
Pertamina! (temennya pertamax maksudnya mbak, biar variasi gitu loh..)
Aku ndak suka nonton sinetron mbak..pusing! Acara favorit: Asian Food Channnel (seneng aja liat2 masakan soalnya ndak pinter masak ini), zaman dulu ada "unsolved mystery", believe it or not, funny videos..yg gitu2 deh..yg ringan dan lucu dan singkat..
wah, gw sekarang ud jarang nonton TV, lin. kerna waktu nonton anak2 yang terbatas, ryo dan aub kan pulang sore tuh, jadi aku relakan TV nya buat mereka. jadi deh aku kuper ga pernah tau segala macem gosip seleb indo. tapi klo malem sih masih sering bela2 in nonton CSI, DHW, LJ biar seger... hehehe...
tv masih jadi benda favoritku meski gak sampai nyandu. dulu waktu early 20s saya suka nonton sinetron, telenovela, tv series. sekarang agak berubah --bahkan sex and the city yg populer itu pun saya gak minat. yg wajib tonton a.l. project runaway, little people big world, travel channel, dan film2 di sundance channel, IFC, pokoknya yg bukan mainstream gitulah...entah kenapa saya udah agak jenuh sama film2 produksi hollywood
Aku jarang nonton TV, Lin. Kalah sama Rocky dan Playhouse Disney-nya. Kalau beruntung masih bisa nonton film yg diatas jam 9 (setelah batas nonton TVnya Rocky). Selama weekend apalagi. TV dimonopoli Rocky dan papanya. Huh.
Kalau ada serial baru, aku suka nonton. Pengen tau aja menarik atau nggak.
Belakangan ini, sama kayaq Mbak Ernut, aku suka ngintip2 AFC. Walaupun gak bisa masak, seneng aja lihat para koki itu meracik makanan. Koq kayaqnya gampang ya.
@ ayik-ernut, caroline, desny : Ternyata setelah berkeluarga dan punya anak prioritas nonton tv jadi bergeser ya ; ke anak2 yaa dan suami (huhh juga). Dah jadi Ibu2 termasuk aku juga, suka ngintip acara masak2an dan sejenisnya...
@ernita ; yg bukan mainstream yaa... hmmm kemaren waktu msh pake astro aku juga suka nonton film non hollywood ; astro kirana rutin puter film2 asing yg menang festival; tapi mulai hari ini astro dah gak siaran lagi .. hiksss.. sedeh.. anak2ku juga kecewa gak ada astro ceria lagi.. terpaksa balik ke indovision lg deh..
Posting Komentar