Dalam setiap kesempatan ayahku selalu menggunakan kata 'Bapak' baik lisan maupun tulisan. Pada kartu2 yang dikirimkan pada kami, entah ulang tahun, hari raya atau peringatan ultah perkawinan selalu tertera tulisan … with love from 'bapak' …. atau kalau kartu itu mewakili keluarga maka tulisannya pun menjadi … Love from ‘Bapak’, mama, beserta nama kakak atau adikku yang lain....
Bapak selalu senang menulis, pada buku2 yang pernah dihadiahkan untukku dan anak2 pun selalu ada tulisan bapak didalamnya. Sampai sekarang bapak tetap menulis, walau sudah tidak pernah lagi menulis di koran seperti jaman aku sekolah dulu ; tapi ia menyediakan diri sebagai konsultan 'gratisan' yang siap memberi advis dan membantu menyusun draft
Umur bapak belum ada 70. Niscaya tahun depan baru bapak akan memasuki usia 70. Jadi menjelang hari jadinya, aku menulis artikel ini.
Tiga tahun yang lalu pada ultah salah satu oom dari keluarga suami, kami (aku, suami dan anak2) termasuk kedua orangtua kami turut menjadi undangan. Karna kebetulan oom yang berulang tahun hari lahirnya cuma selisih beberapa hari dengan bapak, bapakpun didaulat menyampaikan kesaksian sebagai ungkapan rasa syukur atas kemurahan Tuhan. Waktu itu bapak dengan terharu mengatakan bahwa pada hari2 menjelang ulang tahunnya dia berharap-harap cemas apakah Tuhan masih memberinya kesempatan untuk sampai pada hari itu …walau terbukti kemudian bahwa justru mamalah yang meninggalkan kami lebih dulu.
Bapak, adalah pribadi yang unik. Aku mengenal bapak sebagai orang yang sangat demokratis, keras tapi juga lembut dan bisa sangat melankolis.
Waktu kami kecil dulu, bapak pernah punya mobil Landrover. Waktu itu kami tinggal di Singkawang ;
Sejak aku SMA, bapak pindah tugas ke
Bapak dulu juga sering sekali dapat bingkisan menjelang
Pernah sekali waktu, semasa aku dan kakakku masih SMA ; kami kelayapan di malam takbiran bermaksud menyambut datangnya lebaran. Aku dibonceng motor dengan ‘pacar cinta monyetku’ lalu kakakku dengan temannya naik vespa, ternyata… di tengah seliweran motor2 itu bisa2nya kami berpapasan dengan bapak didalam mobil Taftnya…!!!! Ternyata bapak memang sengaja patroli mencari dua anak gadisnya yang sedang berusaha menikmati malam takbiran ! Jadilah kami dihentikan di tengah jalan, dan aku dengan rasa malu dan kesal dipaksa bapak ikut didalam mobil sementara kakakku digiring pulang dengan vespanya. Lalu gagallah acara seru2an di malam takbiran itu dan keesokan harinya aku dan kakakku mogok bicara seminggu sebagai bentuk protes !!!
Kenangan paling sedih tentang bapak adalah saat kakakku yang perempuan tutup usia karna kanker pada umur 35. Aku tinggal di kos2an waktu berita duka itu datang. Sambil membereskan barang untuk berangkat ke rumah, aku termenung2 mengingat bapak dan kata2 yang keluar dari mulutku adalah “…aduh kasihan sekali bapak.. dia pasti sedih sekali..”. Karna aku tau bapak sangat sayang dan dekat dengan kakakku yang pertama itu. Waktu aku sampai di rumah .. bapak tidak ada dekat jenazah ; dia mengasingkan diri di kamar atas, dan aku menemukannya di pojok kamar ; duduk di lantai berlinangan air mata sambil berusaha berdoa. Belakangan dia menceritakan isi doanya ; Bapak sedang berharap dan menunggu datangnya mujizat, seperti ketika Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dan saat Dia membangunkan anak seorang janda yang sudah terbaring kaku..!
Kepergian ibuku, beberapa waktu lalu sempat membuatku kuatir dengan bapak. Tapi syukurlah seiring berjalannya waktu kekuatiranku tidak terbukti. Bapak kelihatan cukup tabah menerimanya. Malah beberapa waktu setelah kepergian mama dia bersaksi pada anak2nya. Di malam terakhir saat jenasah mama terbaring di rumah kami, bapak terbangun ditengah malam dan berdiri di samping peti dan ditengah berkecamuknya perasaan.. tiba2 kata bapak ; ia diselimuti rasa damai sejahtera dan suka cita yang luar biasa… dan setelah malam itu dia tidak lagi “meratapi” kepergian mama. Aku yakin penjelasan yang paling tepat karna dia telah mendapat ‘konfirmasi’ bahwa mama sangat bahagia di rumahnya yang baru.
Bapak dan ibuku memanggil satu sama lain dengan sebutan papi, mami. Sedang kenapa lalu bapak menyebut dirinya 'bapak' kepada anak2nya ? Kurasa karna sebutan 'bapak' terdengar lebih berwibawa dan (menurut bapak) ‘tidak cengeng’. Tapi hal itu tidak lalu merubah kebiasaan kami anak2nya (khususnya yang perempuan) memanggil bapak dengan sebutan 'papa'.
Lalu menjelang usia bapak yang ke tujuh puluh, aku mau bilang :
'I LOVE YOU, BAPAK'
8 komentar:
gw terharu banget baca postingan lo, lin. secara gw pernah ketemu dengan Bapak waktu mama lo dipanggil pulang. walopun gw blom kenal deket tapi dari wajah Bapak emang terlihat semua hal yang lo deskripsiin di sini. seorang yang sangat tegar yet very romantic! lebih2 lagi waktu mama lo dipanggil pulang, tiap kali ngeliat Bapak malah gw yang meleleh air mata. hehehe. cengeng yak gw?
pokoknya ALL the best buat Bapak di hari ulang tahunnya. sampein salam hormat gw buat Bapak yah!
jadi kangen ortu nih. saya juga manggil bapak. bapakku cepat emosi dan otoriter, ha3x. sebagian sifatnya juga ada di diriku
Hiks... aku jadi kangen papaku. Beliau sudah "nggak ada" sejak 2005, tapi kenangan2 manis bersamanya nggak akan pernah "pergi" dari hati ini.
Linnn, two thumbs up utk 'Bapak'. Jadi inget bokap yg udah di surga duluan. My bokap is also the greatest bokap we have ever had. Salam utk 'Bapak' yg mo ultah ke 70 ya.Mudah2an 'Bapak' masih inget gw. Witce
jadi pengen nangis kalo inget aku dah jahat banget ma bapak. menyesal memang selalu datang belakangan. moga-moga aja bapak memaafkan
Lepas mbaca ini langsungta telepon ke rumah.. meski jam 2pagi di jakarta.. :D
Wah, jadi kangen mudik nih!
@caroline, salam kompak juga dr bapak
@ernita, aku kebagian sisi sensinya bapak
@desny, disini kita yg kangen disana mereka lagi senang2..hahahah
@wiwit, jgn pake blog fiktif dunkk buat yg beneran, bokap inget kok kan lo jadi saksi nikah gue duluuu
@andre & ksatrio ; mumpung ortu masih ada disayang2 nd kasi perhatian, jgn menyesal kemudian kayak gue ke nyokap dulu... hikss
Hmm.. saya ketinggalan entri ini, sangat menyentuh..
Posting Komentar