Rabu, 19 Desember 2007

Happy Birthday To You (Part 2)

Ulang tahun kali ini kulewati dengan acara sederhana di rumah, dua hari pasca operasi kepalaku masih sering keleyengan. Selain itu nyeri di belakang kepala rasanya cukup menyiksa belum lagi ditambah mual dan muntah. Kurasa dosis antibiotik yang 2000 mg/hari bikin kondisi badan jadi gak seimbang, ditambah lima butir obat antri nyeri yang harus kuminum dalam sehari. Belum lagi lemesnya, karna makannya pun masih bubur, tiap malam perutku pun bunyi karna keroncongan.

Ternyata kondisi pasca operasi lebih tidak menyenangkan dibanding operasi yang hanya satu jam itu. Tapi semuanya tidak mengurangi niatku bersyukur pada Tuhan karna segala kebaikan yang telah kuterima selama ini . Kalau kitab Mazmur berkata batas umur manusia 70 tahun, masih ada jatah 32 tahun lagi hidupku di dunia. Tiap tahun makin berkurang usia, tapi kiranya makin bertambah hikmat manusia, Amin.

Undangan makan siang via SMS kukirim sebatas kerabat dekat, dan hampir semua hadir. Meski keleyengan aku cukup sibuk menyiapkan rumah, syukurlah semua sudah beres saat undangan berdatangan.

Acara dibuka dengan ibadah singkat dipimpin kerabatku yang pendeta, dan ada kesempatan dimana aku menyaksikan kebaikan Tuhan. Agak tercekat menahan haru aku mengisahkan perjalanan usus buntuku yang bermula sakitnya 16 tahun lalu hingga akhirnya Tuhan ijinkan dioperasi. Tak lupa ucapan syukur karna sudah tambah usia. Beberapa kesaksian pujian dari keluarga menambah keharuan di hatiku. Sungguh Tuhan baik, tak ada satu detikpun hidup kita yang lewat dari pengamatan-Nya.

Satu hal yang kurang hari itu karena sudah tidak ada mama lagi, tahun lalu kuingat mama masih sempat mencicipi kue ulang tahunku. Sedih memang, karena kalau ada acara ulang tahun di rumah, mama pasti sibuk membawa oleh-oleh entah kue atau buah untuk ikut dihidangkan.

Selesai acara seperti biasa aku sibuk bungkus-bungkus makanan untuk dibawa pulang sanak saudara, dan sekali lagi terkenang sang mama karna walau diabetes, mamaku senang sekali kalau dibekali kue tart, tapi kali ini kue tartnya kurang peminat karna papa dan adikku bukan pecinta tart.

Selamat hari jadi, Linda Rooroh !! Keep count your blessing and be a blessing for other people.

Tidak ada komentar:

site statistics