Kau selalu ada dalam atmosfirku
Kau ada di seluruh hidupku
Dalam momen terpenting kisah-kisahku
Waktu kuputus dengan pacar cinta monyetku
Kau di sana dengar tangisku dan seka air mataku
Dengan diku tanganmu
Waktu ku dilamar kau disana dengan restumu
Lalu kita pergi ke misa nikah gereja, tentu kau juga disana
Dengan dandanan lengkap hingga kita tiba terlambat
Waktu lahir putri pertamaku, kau disana memberi semangat
Menunggui dan menggurui, tentu saja
karna kau ibuku dan juga bidanku
Sekali waktu suamiku tak ada
Kita tidur seranjang bertiga, mengapit ditengah putri kecilku
Saking takutmu menghimpitnya, tidurmu jauh hingga ke pinggir
Lalu tengah malam kau pun jatuh terjungkir
Waktu putri pertamaku sakit, dan aku masih di kantor
Aku memarahimu karna telat mengabariku
Waktu putriku pun lalu pergi, kau juga di sana
Menangis bersamaku
Waktu lahir putraku, kau disana
Karna bertepatan hari ulang tahun perkawinanmu
Kau bilang anakku kado ulang tahun Tuhan untukmu
Dan kau bahagia sekali
Setiap ulang tahun putraku, lalu kita rayakan juga ultahmu
Selalu ada dua kue, untuk anakku dan kau juga
Di rumah sakit,
Waktu lahir putri bungsuku, kau juga menungguiku
Bahkan sempat aku memarahimu
Karna tak bisa pakai shower kamar mandi
Lalu malam-malam kita berdua pun makan di cafetaria
Waktu aku sakit cacaar kau juga menungguiku,
Bayangkan sebesar ini
dan aku masih ditunggui ibuku ...
Setiap saat dalam tarikan nafasku
setiap saat dalam momen pentingku
Kau disana
Mewarnai, membumbui, mengharumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar