Dua hari lalu aku mengundang beberapa teman ke rumah untuk makan siang dan ngobrol tentunya. Undangan ini sebenarnya juga ungkapan terima kasih atas ketulusan hati mereka.
Pertemanan yang terdiri dari komunitas ibu muda ini sudah berjalan selama setahun belakangan, tepatnya sejak anakku masuk sekolah TK. Anggotanya ya ibu-ibu yang menunggui dan mengantar anaknya ke sekolah. Biasalah... ibu-ibu pasti gak betah duduk sendiri, jadinya cari temen deh. Pertemanan dengan sistem ala MLM (temen bawa temen) itupun berjalan sampe sekarang.
Komunitas ini cukup beragam dari segi umur, yang paling muda kelahiran tahun 1981 dan yang senior ya se-aku ini 1969. Bayangkan beda umur yang cukup jauh tapi dengan anak yang hampir seumuran. Artinya memang ada yang memilih untuk kawin di usia 'belia' dan aku termasuk yang menikah di usia matang.. he..he..he.
Sebenarnya aku gak terlalu 'berharap banyak' dengan pertemanan ini, karena sistem pertemanan yang MLM, jadinya kesempatan untuk mengenal pribadi satu sama lain sangat sedikit. Waktu ngumpul kan selalu rombongan jadinya gak tepat dipakai untuk curhat masalah pribadi. Kalau sebatas membahas PRT, masalah sekolah dan problem seputar anak tentunya kita bisa open satu sama lain, tapi kayaknya gak banyak kesempatan untuk berteman lebih dalam lagi. Tapi untuk menjalin komunikasi yang intens, pertemanan ini bisa diandalkan karena hampir tiap hari ketemu di sekolah walau cuma 2-3 jam.
Setelah melepas status sebagai wanita karir dengan komunitas gaul orang kantoran (at least teman sekantor), inilah komunitas kedua yang sekarang aku bina. Beda dengan komunitas kantoran, dimana aku bisa lebih dekat dengan seseorang. Dinamikanya juga beda banget. Bahan obrolan, kalau di sekolahan yang diomongin seputar tugas anak2 buat yang anaknya udah SD, menu makan si kecil trus urusan rumah tangga deh. Kalau obrolan seputar artis yang disortir dari gosip TV dan tabloid sih obrolan segenap lapisan masyarakat deh, termasuk yang kantoran juga.
Pertemanan dengan teman eks kantor sampai sekarangpun masih berjalan. Pengenalan yang bertahun-tahun dari semenjak belum nikah, sampe punya anak, rasanya membuat ikatan emosi dan bathin jadi solid. Bayangkan kalau kita kenal seseorang dari mulai pacar lamanya sampe akhirnya suami dan anak-anak. Pasti bikin kita tau seseorang luar dalam. Belum lagi ditambah lingkungan kantor yagn sama, wahh bisa dalem banget. Justru kedekatan emosi karna lingkungan kerja yang sama itulah yang bikin saling terbuka. Bayangkan level pertemanan yang dibina dari masih jadi sekretaris sampai akhirnya jadi manager, berapa tahun tuh selang waktunya !!
Tapi terbukti komunitas baru ini cukup "mengesankan", karena juga concern satu sama lain. Waktu kedukaan kemaren terbukti mereka meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah menyampaikan simpatinya. Bahkan ada yang datang dengan membawa anak dan suami yang terpaksa menunggu di mobil karna si kecil tertidur.
Memikirkannya membuatku terenyuh, karena aku sendiri tau sulitnya mengatur waktu kalau harus mengurus anak-anak, sementara kunjungan kedukaan kan acara orang tua. Tapi toh teman-temanku itu tetap datang, ada yang berkelompok ada juga yang sendirian, bahkan ada yang membawa buah tangan juga.
Ternyata Tuhan sangat baik menempatkan teman-teman di seputarku, yang pasti biar aku gak kesepian karna anak2 terlalu kecil buat ngertiin sang mama sementara suami sibuk menopang ekonomi rumah tangga, jadi deh Tuhan kirim mama-mama yang lain untuk saling mengisi. Thank you God, dan pastinya ...
Hidup ibu-ibu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar