Tiap kali hening datang
bayangmu menyelinap diam-diam
Tiap kali hujan datang
kurenungkan senyumu dalam diam
Selalu bayang yang sama
Kau duduk tenang menghirup minummu dalam-dalam
di meja makan mengunyah entah sekedar cemilan
lalu kulewat asal menyapa, "Sudah makan apa?"
Kalaupun lain,
kau duduk di pinggir ranjangmu
bermain dengan anak-anakku
entah permainan apa
tapi kau selalu terlihat gembira
Kalaupun lain,
kau duduk menjulur kaki di lantai
meracik obat-obatmu, menghitung butir-butir pilmu
memasukkannya dalam tempat "azimat'mu
tuk kau minum sepanjang hari berlalu
Selalu bayang yang sama
Tapi tak sama, karna kau sudah tak ada
Dan kini aku hanya bisa merindu
rindu yang sangat rindu ...
hingga rasanya bisa kugenggam tanganmu
Sesuatu yang tak pernah kulakukan
waktu kau duduk di mejamu,
di pinggir ranjangmu,
di lantaimu ...
(Jelang satu bulan pergimu - 24 Oktober 2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar