Kamis, 09 September 2010

Gundah

Gemerisik air hujan jatuh di lantai semen ruang void samping kamarku

Hembuskan angin, air dan gelegar guntur sebagai latar

Sedang anakku senyap terbaring di pinggir ranjang …

“Paaakkkkk…. !!! “

satu bunyi … nodai tentram lelapnya

ah kau selalu ganggu bahagiaku…

dengan perut gendutmu

dan denging sayapmu serasa di ujung kupingku

Tamat sudah ! Mati sudah !

kau nyamuk parasit pengganggu

kotor tanganku terciprat darah hasil rampasanmu

aku menyeringai tak senang

sembari basuh tanganku

kau mahluk licik tak tau malu…

menyerang korban yang sedang dalam kepasrahan

tinggalkan bekas gatal dan benjolan

untunglah selalu ada sebotol balsam

disitu, di meja samping ranjangku…

lalu kembali senyap

bunyi hujan masih gemerisik

udara masih hembuskan angin dingin

ahh mari lanjutkan tidur sore mu nak……


September, satu hari jelang lebaran 2010


Hujan menyapa Jakarta. Iklim tak lagi jelas entah panas entah hujan, datang berganti semau-maunya…..


Siang ini , hujan kencang dan angin menyisakan genangan air di hamparan rumput tamanku. Teringat aku kata si tukang taman ; “ Kalo saya yang bikin taman, ibu tak usah kuatir tak akan ada genangan air walau hujan, saya sudah bikinkan lubang-lubang resapan “ ...


Rasanya nikmat tenang ini, aku dan dua anakku… yang satu tidur, sedang yang lain sibuk nikmati layar tv di kamar depan.

Papiyo di kantor. Entah apa di benak manajemen … setauku satu jakarta sudah libur hari ini. Iseng2 kuangkat telpon, ku dial nomor kantornya …. “Halo Clxxxx, selamat siang” suara lelaki di ujung sana… kututup telpon. Hhmmmm… ternyata kantornya memang buka…. tapi masih ada tanda-tanya, bisa saja cuma satpam yang berjaga… ahhh sudahlah


Hari kemarin, ulang tahun mertuaku. Masih juga sempat bersengketa soal kue tart es krim yang kubeli. Hujan-hujan begini siapa yang makan es krim ? sinismu…. Ahhhh, gemas aku… “Bawel sekali, kalau kau tak suka , yaa sudah tak usah di bawa ! Ketusku ..

Kemudian ternyata, tart es krimku habis tak bersisa, semua orang suka !


Itu hanya sepotong kecil dari drama. Akhir-akhir ini, kau begitu menggemaskanku… bukan dalam arti “gemas” seperti melihat bayi montok yang lucu… tapi gemas karna memang gemas dengan ulahmu…


Beberapa kali pulang larut malam, dengan alasan yang tak ingin ku bantah… Yaaa pastilah aku bisa mengerti, menempatkanku pada posisimu ; kadangkala hidup bisa terlalu datar… terlalu biasa, sedikit kegembiraan bersama teman hingga larut malam mungkin bisa mewarnai dan menceriakan harimu…. okelahhh…..


Tapi aku hilang sejahtera… saat kau menambah daftar teman di lembar mayamu, dengan bekas kekasih lamamu॥ “Ahhhh abg sekali kau, dewasalah…. aku tak punya maksud tertentu” sahutmu. Kesalku bertepuk sebelah tangan… ya sudahlah.. seperti bait lagu Bondan, favoritmu…. Yaaa sudahlahhh…… pikirku।


Lalu protesku, tapi kau juga berfoto berangkulan dengan rekan wanitamu… itu flirting namanya. Dan kau tak punya argumen yang cukup untuk mematahkannya selain… itu kan sudah lama dan berbagai keterangan yang tak berhubungan. So what ??!! Masalah waktu tidak lalu menghilangkan inti protesku. Lalu mengenai status menikahmu, tak akan berpengaruh apa apa di luar sana, memangnya orang perduli status jika sudah terlena dan lupa etika. Ahhh aku jadi sangat kecewa …… sebenarnya kau atau aku yang begitu naif ?


“It’s a matter of choice….” tegasku dalam nada putus asa... ” Kau bisa memilih untuk tidak setia, semua kembali padamu”। Tak tau harus berpikir apa, selain gemas…। Ahhhhh puber kah, hingga seperti harus membuktikan bahwa kau masih punya magnet tersendiri। Aneh sekali rasanya, to have that kind of conversation with you…. ; tak ada penyelesaian yang jelas , terkatung-katung disitu…. seolah-olah tak ada sesuatu yang begitu penting terjadi।


Kau ingat cerita Yusuf ? Kadangkala ada pencobaan dimana kau tak harus bertahan membuktikan diri, membuktikan kekuatan… terkadang ada pencobaan dimana yang perlu kau lakukan hanyalah berlari… yaaa lari, lari dari masalah itu… kabur seperti Yusuf melarikan diri dari nyonya genit potifar….

Lalu aku merasa seperti guru sekolah minggu… ah lucu sekali adegan itu…. Aku merasa begitu lucu dan hilang akal untuk bisa mengingatkanmu… Sungguh sebuah cerita kuno, masih mempan kah di kuping posmo mu…


Lalu mengusap-usap rambutku, menawarkan pelukan perdamaian dan berlaku manis.. cukupkah untuk bisa menghalau segala galau dan gundah jiwaku ?!


Yaa sudahlah….. life goes on….. kita hidup bersama untuk saling mengingatkan….. terkenang aku doa-doa malam saat gundah itu menbungkus hatiku…


Tuhan ingatkan dia, ingatkan dia untuk selalu setia. Tegur dia jika berbuat salah. Jauhkan dia dari segala kejahatan dan godaan ……


Aahhhh ternyata memang hanya doa dan DIA sumber kekuatan dan ketentraman jiwaku, pada akhirnya !!

2 komentar:

Sekar Lawu mengatakan...

Mbak LIndaaaaaa......aku kangen....lama banget ya nggak muncul...
Nice posting Mbak....aku suka ini....semoga ini bukan ekspresi hatimu saat ini ya...hehehe

Linda Rooroh mengatakan...

mbak ayiikkkk, aku juga kangeennn... udah lama gak ngeblog, walau masih sesekali bertamu sunyi ke blog tetangga dan blogmu cantik sekali dengan dekor barunya..

ini sungguh jeritan gundah tetangga sebelah yiikkk... hehehhe

site statistics