Senin, 27 Oktober 2008

Kejutan di Siang Bolong

Beberapa hari lalu aku janjian dengan temanku untuk makan siang. Temanku ini sudah beberapa bulan belakangan memutuskan berhenti kerja dan jadi fulltimer mom. Kami dulu teman sekantor, jadi pasti bakal banyak cerita dan gosip seru yang bisa dibagi…

Jadilah aku ke plaza yang tak jauh dari rumahku berikut dua anak kecilku dan si mbak, sekalian makan siang juga pikirku. Sesampai di plaza, masih singgah ke bank lalu langsung ke tempat janjian makan dimana temanku sudah menanti.


Cukup lama juga kami bernostalgia, kebetulan di situ ada counter permainan anak jadi kami tidak terganggu karna anak2 punya kesibukan sendiri. Akhirnya setelah hampir dua jam ngobrol, muncullah teman temanku (TTK) untuk bergabung. Aku gak kaget, karna sebelumnya sang teman ini sudah bilang bahwa dia juga akan mengajak temannya yang lain.


Setelah berkenalan TTK ini langsung bertanya :


"…Gimana, udah dapat informasi apa aja mengenai produk ini…"


Waduhhh, aku rada kagok… Lah kok produk sih? Wong dari tadi kita ngerumpiin mantan boss dan teman sekantor kita kok.


Syukurnya aku langsung mudeng gituu.. secara selintas temanku memang pernah bilang di telpon mengenai pembalut umum yang beredar sekarang … trus mau nawarin pembalut yang lebih berkwalitas (katanya…).


"Mmhh… gak banyak ya, cuman kasi tau ada pembalut yang bagus aja…."


Lalu tanpa banyak ba bi bu, TTK ini langsung mengeluarkan pembalut andalannya dan langsung ditempel di meja makan… (seraya nanya aku biasa pake pembalut merk apa) lalu kemudian menempelkan pembalut kompetitor itu di sebelah pembalut andalannya !!


Jadilah siang itu acara presentasi terbuka di tengah restoran ; dan pembalut wanita yang jadi materi presentasi pun ikut terhidang dengan sukses di meja!! Diiringi senyum kecut para pelayan dan mungkin juga lirikan misterius tamu2 lain….


Oalaahhh….. jadi presentasi MLM tohhh… nguobrooll dunkk, jadinya aku tuh siap gitu loh, bakal dapat bombardir informasi bombastis. Tadinya aku pikir temenku ini cuman mo nunjukin nd nawarin pembalut aja gituu, yang katanya bagus dan dia udah pake.. tapi bener-bener gak nyangka bakal dipresentasikan sedemikian rupa….. wakakakak ... kecelee dehh.....


Tapi beberapa menit kebelakang, presentasipun gak berjalan terlalu mulus karna sudah diselingi isak tangis dan rengekan anak2ku yang sudah mulai bosan dan rewel…. syukurlah akan segera berakhir ….


Sebenarnya aku gak terlalu anti dengan MLM, walau juga gak terlalu mendukung. Malah sampai saat ini aku belom memberi jawaban tentang tawaran binis tersebut, sebagaimana janjiku pada teman untuk mempertimbangkannya. Walau sesampai di rumah, tak perlu waktu lama aku segera menemukan informasi yang relevan dan pastinya lebih fair tentang seluk beluk produk pembalut sesungguhnya dari oom gugel. Plus membaca ulang beberapa artikel yang sebelumnya pernah kusimpan tentang tinjauan bisnis MLM ini….


Sungguh… rasanya aku tak punya cukup 'mimpi' dan energi untuk cuap-cuap tentang 'produk super' pada orang-orang di komunitasku. Terbukti dulu sekali aku pernah ikut bisnis serupa dan gak berhasil karna marketing dan public speaking ternyata memang bukan bidangku…


Lagian, dari artikel yang kubaca ; bisnis piramid dikategorikan bisnis yang kurang jujur dalam hal ; kita mengambil keuntungan atas kerja keras orang lain (down liners) ; selain produk yang di jual lebih sering kemahalan karna harus membiayai komisi para upline-nya…


Well.. kurasa aku harus segera mengabari temanku tentang keputusanku, supaya jangan dikira aku ngambek dapat 'pencerahan' di siang bolong….. hahaha...


Pernah punya pengalaman serupa, kawan… ?!

8 komentar:

Anonim mengatakan...

ha3x...aku bisa ngebayangin gimana awkardnya itu pembalut pada nongkrong di meja

aku juga gak terlalu tertarik dg MLM ini. dulu sering ditawarin yg beginian. pernah juga terjebak ditawarin boss produk MLM --waktu itu cuma beli sekali utk 'membina' hubungan baik dg boss...wahahahah

FoT mengatakan...

sama bu... saya gak pernah tertarik dengan bisnis MLM
bisnis yang gak jelas kalau menurut saya.

kRucIaL mengatakan...

zzzzz...
kok ampe dibawa ke meja2 makan segala >,<

itu pembalut ap?
*polos mode on*

hahaha, males bangt klo ad MLM... pusing orangnya ngomng trus ^^

Boodeznee mengatakan...

Kalau tau tujuan pertemuannya untuk MLM, aku pasti sudah nolak dari awal. Yg repot khan kalau yang modelnya nodong kayaq ceritamu di atas. Apalagi kalau yang jualan teman dekat atau saudara. Paling beli cuma supaya gak 'dipecat' jadi teman atau saudara aja. Untuk terlibat lbh jauh dlm jejaring mereka? Nggak dulu kali ya.

Ayik dan Ernut mengatakan...

(ernut)
mbak...I indeed know what you feel coz I've been there...
aneka "motivasi" tlah kutrima dari para kerabat dan teman dekat ttg aneka produk...dan ya beli dikit2 sebagai basa-basi...(tp tdk untuk jd downline upline, ora bakat!)
bahkan saat ini aku juga pake pembalut itu oooh..gara2nya yg nawarin kakak ipar dan aku beli produknya semata niat nulung aza, apik to?

Anonim mengatakan...

sepertinya MLM bikin banyak pertemanan jadi retak gara2 yang begini ini... bilangnya mo makan siang taunya mo presentasi bisnis. klo ud diawali dengan kebohongan gimana selanjutnya dong? gw trauma sama yang namanya MLM... huhuhu...

Linda Rooroh mengatakan...

@ nita, desny, ayik ernut : akhirnya memang utk menjaga hub. baik aja.. jadinya beli deh, tp buat ikutan rasanya capeeekkk deee...
@ FO3 ; kalo produknya emang bagus sih lumayan, tp ya itu suka kemahalan
dan grasa grusunya gak tahannn.. @krucial : dohh pembalut ituuuu yg dipake di...husshh *sensor*..
@ caroline : iya, soalnya kalo dah jadi sales MLM semua orang mo kerabat or temen dan masyarakat umum di anggap sebagai potential market.. dan ngomongnya balik lagi ke produk muluuu..

Arman mengatakan...

pengalaman ama mlm? wah banyak dah... dan paling sebel kalo yang nawarin itu pake nipu pake alesan ini itu dulu pas ngajak ketemu, gak mau langsung bilang kalo itu mlm!

site statistics