
In the Loving Memory
of Tarcicia Coleta Katan
25 September 2007 - 25 September 2008
Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan
'Apakah jalannya jauh?' tanyanya
Pemandunya menjawab : 'Ya, dan jalannya berat,
kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini...
tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.'
Tetapi ibu muda itu sedang bahagia
Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari pada tahun-tahun ini
Karena itu dia main dengan anak-anaknya,
mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan
dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih
Matahari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru :
'Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini..'
Karena itu dia main dengan anak-anaknya,
mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan
dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih
Matahari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru :
'Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini..'
Lalu malam tiba bersama badai
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya
Anak-anak itu berkata : 'Ibu, kami tidak takut karena ibu ada dekat,
tak ada yang dapat menyakiti kami.'
Dan fajar menjelang, ada bukit menjulang di depan mereka
Anak-anak memanjat dan menjadi lelah Ibunya juga lelah,
tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya :
'Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.'
Demikianlah anak-anak itu memanjat terus
Saat sampai di puncak, mereka berkata :
'Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu'
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya
Anak-anak itu berkata : 'Ibu, kami tidak takut karena ibu ada dekat,
tak ada yang dapat menyakiti kami.'
Dan fajar menjelang, a
Anak-anak memanjat dan menjadi lelah Ibunya juga lelah,
tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya :
'Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.'
Demikianlah anak-anak itu memanjat terus
Saat sampai di puncak, mereka berkata :
'Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu'
Dan sang ibu, saat berbaring malam hari
dan menatap bintang-bintang, berkata :
'Hari ini lebih baik dari pada yang lalu,
karena anak-anakku sudah belajar daya tahan ;
menghadapi beban hidup
Kemarin malam aku memberi mereka keberanian,
hari ini saya memberi mereka kekuatan'
Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi
Awan perang, kebencian dan kejahatan
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap
Ibunya berkata : 'Lihat keatas, arahkan matamu kepada sinar'
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan
ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan
Dan malam harinya ibu itu berkata :
'Hari yang terbaik, karena saya sudah memperlihatkan Tuhan
pada anak-anakku'
Awan perang, kebencian dan kejahatan
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap
Ibunya berkata : 'Lihat keatas, arahkan matamu kepada sinar'
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan
ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan
Dan malam harinya ibu itu berkata :
'Hari yang terbaik, karena saya sudah memperlihatkan Tuhan
pada anak-anakku'
Hari berganti minggu, bulan, dan tahun
Ibu itu menjadi tua, kecil dan bungkuk
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat berjalan dengan gagah berani
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya ; karena ia seringan bulu,
Ibu itu menjadi tua, kecil dan bungkuk
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat berjalan dengan gagah berani
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya ; karena ia seringan bulu,
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit, dan di kejauhan
mereka melihat sebuah jalan yang bersinar
dan pintu gerbang emas terbuka lebar
Ibu berkata : 'Saya sudah sampai pada akhir perjalananku
dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya,
karena anak-anakku dapat berjalan sendiri
dan anak-anak mereka ada di belakang mereka'
mereka melihat sebuah jalan yang bersinar
dan pintu gerbang emas terbuka lebar
Ibu berkata : 'Saya sudah sampai pada akhir perjalananku
dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya,
karena anak-anakku dapat berjalan sendiri
dan anak-anak mereka ada di belakang mereka'
Dan anak-anaknya menjawab :
"Ibu selalu akan berjalan bersama kami...
meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu'
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri...
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat
Dan mereka berkata : "Kita tak dapat melihat ibu lagi,
tetapi dia masih bersama kita"
Ibu adalah ibu kita...lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup,
Ibumu selalu bersamamu....
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit
Ibumu hidup dalam tawa candamu
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata
Dia lah tempat engkau datang, dialah rumah pertamamu
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit
Ibumu hidup dalam tawa candamu
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata
Dia lah tempat engkau datang, dialah rumah pertamamu
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian !!!
author not known
(Thank's to Witce, yang mengirimkan tulisan ini)
author not known
(Thank's to Witce, yang mengirimkan tulisan ini)
4 komentar:
yg paling luar biasa tentang ibu ini adalah doanya yang kuat banget. setiap ibuku mendoakan aku kalo lagi down dan kesulitan, biasanya terkabul dg cepat
beruntung orang2 yg bisa terus dekat dg ibu. aku gak bisa menikmati itu krn lebih sering pisah dg ortu
Duh Lin, tulisan ini bikin mata hatiku terbuka bahwa kasih ibu itu memang tiada batas ya.
Mama yang memperkenalkan Tuhan kepadaku. Mama yang mengajarkan untuk bertahan menghadapi beban hidup.
Dan semoga, ketika saatnya tiba, mamaku dapat berkata seperti yang kamu tulis itu ya Lin, 'Saya sudah sampai pada akhir perjalananku
dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya,
karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka'
I still do miss our Mom
baca postingan ini bikin gw jadi haru biru...
dan makin disadarkan betapa luar biasa perjuangan ibu. ga putusnya seorang ibu mendoakan keberhasilan anak2nya. bersyukur karena ibu sudah mengenalkan kita pada Tuhan. itu yang paling penting.
btw, ga berasa ud setahun berlalu sejak mamimu pulang ke rumah Bapa ya, lin...
Posting Komentar